Daftar Film yang Kutonton Selama Januari-Maret 2020

Daftar Film yang Kutonton Selama Januari-Maret 2020

How’s your life in quarantine?

Kalau aku, aku akhirnya punya banyak waktu luang, yang bisa jadi hal baik. Sebab sekarang aku bisa nonton banyak film, ehe. Apalagi sekarang aku di rumah – bukan di perantauan – yang berarti full WiFi.

(Ini mukaddimah yang beneran awkward karena udah lama bener gak nulis di blog ini)

Intinya adalah…aku mau nulis soal film-film yang udah ku tonton selama 2020 ini dan mungkin bisa jadi referensi buat kamu yang mikir…enaknya nonton film apa ya?

  1. Midsommar (2019)
Sumber gambar

Film besutan sutradara Ari Aster ini bakal membuatmu merasa kayak abis minum narkoba. Perpaduan cerita, visual, musiknya bener-bener membuat penonton merasakan nuansa hati yang aneh. Bercerita soal Dani yang depresi karena adiknya bunuh diri dan orangtuanya mati (dibunuh adiknya tadi). Dani punya pacar namanya Christian. Sebagai pacar, si Christian bukannya ngasih emotional support ke Dani, ia malah menyepelekan perasaan Dani. Diceritakan Dani gabung gengnya Christian ke sebuah commune yang sedang mengadakan Festival Musim Panas (Midsummer). Biar gak suntuk-suntuk banget gitu maksudnya. Nah, commune ini letaknya jauh dari pemukiman, untuk kesana mesti lewat hutan-hutan dulu dan nggak ada transportasi umum. Ceritanya pelan-pelan Dani dkk menemukan bahwa ini bukan commune biasa, tapi semacam cult yang berbahaya dan sadis.

Anehnya, film ini fokus utamanya bukan pure horror. Segala keganjilan dan kengerian yang ada di commune menjadi refleksi bagi hubungan Dani dan Christian. Baru ngerti ada film horor tapi tema besarnya bukan horor tapi hubungan percintaan.

Visualisasinya juga bagus. Pas adegan di commune, efek visualnya membuatmu ngerasa habis melihat matahari terlalu lama. Cakep. Cakep yang menyakitkan. Tapi cakep.

Mau cerita, aku nonton ini di malam pergantian tahun 2019-2020. Nonton sendiri dan begadang. Alhasil aku tidur dengan perasaan yang super duper aneh.  

2. Greta (2019)

Sumber gambar

Film ini bercerita tentang Frances, gadis piatu di New York yang menemukan tas hijau di kereta tanah bawah. Karena polosnya si Frances ini, dia berbaik hati mengembalikan tas itu ke rumah pemilik langsung, yang bernama Greta. Frances juga mau-mau aja diajak masuk ke rumah dan minum. Perlahan Frances tambah deket dengan Greta. Tapi Frances memutuskan hubungan mereka saat tahu Greta sengaja meninggalkan tasnya di kereta sebagai umpan untuk perempuan-perempuan muda seperti dirinya.

Kalau mau nonton Chloe Moretz membuat keputusan-keputusan bodoh dan Isabelle Huppert lagi-lagi menjadi sosok evil, maka Greta adalah film yang tepat. Film ini bakal membuatmu mikir 2 kali deh untuk berkunjung ke rumah terpencil orang asing.

3. Marriage Story (2019)

Sumber gambar

Buat kamu yang lagi pengen nonton film genre drama, film ini bisa jadi pilihan. Bercerita soal pasangan suami dan istri yang mengalami proses perceraian. Ceritanya si istri nih yang minta cerai, gegara ia merasa pernikahannya sudah nggak ‘seimbang’ lagi, alias dia ngerasa sebagai pemeran pembantu untuk kesuksesan suaminya. Diceritain pasangan suami istri ini nanti sewa lawyer untuk memperebutkan hak asuh anak semata wayang mereka.

Film ini mengingatkanku pada Blue Valentine (2010) yang bertema sama. Bedanya, Blue Valentine banyak flashback ke awal mula pacaran. Dan nggak ada pengacara.

Kalo ditanya, sedih mana? Aku jawab lebih sedih Blue Valentine, adegannya banyak romantisasi. Kalau Marriage Story lebih realistis, nggak muluk-muluk, dan entah gimana tragedinya bisa bikin ngakak (humor as coping mechanism).

4. Parasite (2019)

Sumber gambar

Bong Joon Ho bisa dibilang adalah salah satu sutradara favoritku. Film Bong Joon Ho pertama yang kutonton adalah Okja (2017) dan aku langsung jatuh cinta. Film-film dia emang sebagus itu. Bagusnya menurutku karena dia punya sebuah pesan khusus yang pengen dia sampaikan lewat film-film itu. Kamu anak-anak yang paham sosialisme atau anarko pasti langsung klik dengan metafora yang digunakan Bong Joon Ho di film-filmnya. Termasuk di Parasite ini, dimana dia sebenarnya sedang mengumpamakan kapitalisme pada hubungan keluarga si kaya dan si miskin.

Film ini sempet rame (selain karena menang Oscar) karena ada perdebatan menyoal, siapa sih yang sebetulnya Parasite? Si miskin atau si kaya? 

5. The Host (2006)

Sumber gambar

Habis nonton Parasite, lanjut nonton film Bong Joon Ho, The Host. Diceritakan ada monster bermutasi di Sungai Han akibat pencemaran sebuah rumah sakit. Monster ini menculik putri seorang Park Gang Du, yang merupakan penjual makanan di pinggir sungai Han. Park Gang Du bersama ayah dan saudara-saudarinya pun berusaha mengambil kembali putri yang diculik.

Kamu yang pengen nonton thriller tapi ada drama dan komedinya wajib banget nonton The Host. Nggak ngebosenin. Oya, The Host ini menurutku unik karena protagonisnya, Park Gang Du, beneran orang biasa, slengean, kebo alias tukang tidur, pokoknya bikin ngakak. Meski begitu perjuangan untuk orang yang dia sayang nggak main-main. Character development-nya bagus, I must say.

6. Annabelle : Creation/ Annabelle 2 (2017)

Sumber gambar

Aku yakin kita semua udah kenal dengan boneka legendaris Annabelle. Bagi kamu yang selama ini penasaran, Annabelle ini asal muasalnya gimana, pertanyaanmu itu terjawab di film ini.

Horrornya Annabelle masih mengandalkan jumpscare. Fun to watch. Tapi gak banyak hal-hal baru. Bolehlah ditonton kalau pengen film horror yang nggak bikin sakit kepala.

7. In The Tall Grass (2019)

Sumber gambar

In The Tall Grass adalah film horror-supernatural yang diadaptasi dari novelnya Stephen King, si Raja Horor ituuu. Film ini bercerita tentang kakak-adik yang berencana memulai hidup baru di seberang kota. Di perjalanan, mereka berhenti di pinggir jalan. Kemudian, di rawa yang penuh rumput tinggi (The Tall Grass), mereka mendengar suara anak kecil minta tolong. Mereka pun masuk ke rawa dengan rerumputan tinggi itu tapi tidak kunjung menemukan si anak kecil. Justru suara anak kecil kian jauh dan mereka akhirnya tersesat di rerumputan yang tiada akhir.

Film ini termasuk dalam kategori psychologial thriller. Cocok buat kamu yang pengen nonton yang bikin saraf tegang (tapi gak tegang-tegang amat). Cukup klise (katanya beda jauh sama novel aslinya). Meski begitu, fun to watch, kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *