Browsed by
Category: Book Review

Introvert Bisa! Review Buku Quiet oleh Susan Cain

Introvert Bisa! Review Buku Quiet oleh Susan Cain

Apa yang muncul di kepalamu ketika mendengar kata introvert? Apakah kamu membayangkan si kutu buku dengan kacamata tebal yang gak punya teman dan gelagapan saat bicara di depan umum? Yah, bayanganmu itu nggak salah 100%. Tapi nggak akurat juga. Memang, kepribadian introvert adalah yang paling banyak disalahpahami, ketimbang rekannya si ekstrovert. Nggak tanggung-tanggung, introvert telah disalahpahami sejak berpuluh-puluh tahun lalu, bahkan berabad-abad. Dahulunya, introvert dipandang sebagai ‘penyakit’. Bahkan, orang tua yang punya anak introvert akan membawa anaknya ke dokter untuk…

Read More Read More

Review : Atheis, Bahwa Kepercayaan Memerlukan Cara

Review : Atheis, Bahwa Kepercayaan Memerlukan Cara

image via klin demianovo Kenapa kamu harus membaca buku ini?             Buku ini dapat menghanyutkanmu menyelami psikologi tokoh utamanya, Hasan. Setting ceritanya memang Bandung pada 1940-an, tetapi topiknya masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Melalui buku ini, kamu akan menemukan perspektif menarik dalam memandang theisme vs atheisme. Sinopsis : “Agama dan Tuhan adalah bikinan manusia. Akibat dari sesuatu keadaan masyarakat dan susunan ekonomi pada sesuatu zaman yang tidak sempurna.” (Rusli dalam Atheis, hal.76).             Itulah kutipan perkataan Rusli terhadap…

Read More Read More

Review : Melawan dengan Restoran, Kisah Pelarian Sobron Aidit dan Kaum Pelarian G 30S PKI di Perancis

Review : Melawan dengan Restoran, Kisah Pelarian Sobron Aidit dan Kaum Pelarian G 30S PKI di Perancis

sumber gambar Judul               :           Melawan dengan Restoran Penulis            :           Sobron Aidit dan Budi Kurniawan Tahun Terbit    :           2007 Penerbit           :           Mediakita Jumlah hal.     :           154 halaman              “…Ini kan resto kita bersama. Kita cari makan dan cari hidup betul-betul atas usaha kita sendiri. Kita tidak bekerja pada orang lain. Disini tidak ada majikan, tidak ada bos, tidak ada yang akan memerintah dan memaki-maki kita. Kalau ada apa-apa tidak akan memecat kita” –hal 46 Di Perancis tahun 1984-an, sebuah…

Read More Read More

Aku Ingin Hidup di Republik #Jancukers

Aku Ingin Hidup di Republik #Jancukers

            Ibu Bapak saya tidak membolehi saya misuh-misuh. Tapi saya masih suka bilang ‘Jancuk’ saat bergaul dengan kawan-kawan. Kawan-kawan saya juga kadang bilang ‘Jancuk’ juga. Bukan berarti kawan-kawan ini ngajari saya yang jelek-jelek. Jancuk bagi kami adalah ungkapan penuh makna. Kami mengucap Jancuk saat sebal, juga saat bahagia nggak ketulungan, “Jancuk, aku bisa dapet juara satu!” Jancuk adalah sapaan akrab, “Ayo ngopi, Cuk. Aku yang traktir!” Jancuk juga adalah simbol ngenes, sedihnya diri, seperti yang…

Read More Read More