Bercerita random

Pengalaman Operasi Kista Ganglion / Tumor Manus di Pergelangan Tangan (2021)

Ganglion atau Kista Ganglion adalah tumor jinak yang tumbuh di daerah sendi. Tumor ini bisa tumbuh di sendi pergelangan tangan, maupun kaki. Benjolannya biasanya bisa sebesar kelereng. Isinya bisa bervariasi seperti agar-agar lengket dan transparan maupun keras seperti bola kelereng. Secara umum Ganglion tidak berbahaya dan dalam beberapa kasus dapat hilang dengan sendirinya. Tindakan medis biasa dianjurkan kalau Ganglion menyebabkan rasa sakit.

Aku sendiri menyadari ada benjolan aneh di pergelangan tangan kanan pada Oktober 2020. Waktu itu ia kecil sekali, jadi aku cenderung mengacuhkannya. Toh, aku tidak merasakan sakit apapun. Pada waktu itu aku lagi getol-getolnya menggambar pakai Wacom. Jadi kupikir itu kelenjar yang muncul karena tanganku kecapekan.

My little-but-not-so-little Ganglion

Tak kusangka, benjolan itu semakin membesar dan mulai nampak semakin ganjil. Ia tidak lagi empuk, tapi keras seperti tulang. Bahkan teman-temanku mulai menyadarinya kehadirannya. Pada periode November-Desember, aku merasa tanganku itu semakin gampang nyeri dan kedut-kedutan kalau dipakai ngetik ataupun pegang hape. Aku pun ngobrol dengan suami dan dia coba googling, ketemu-lah gambar-gambar Ganglion di tangan yang mirip sekali dengan milikku.

Sementara itu, nyeri tanganku mulai parah. Ketika kupakai nyetir sepeda motor, tangan ini rasanya kebas sekali dan gemetar.

Sempat Mencoba Pengobatan Alternatif Ala-ala

Picture by Karolina Grabowska via Pexels

Siapapun pasti ingin mengurangi pengalaman dengan rumah sakit, apalagi dokter bedah. Pada akhir Desember 2020 aku pun sempat mencoba pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif (ala-ala) yang kucoba ialah dengan bawang putih Jawa. Caranya, bawang putih Jawa yang sudah digeprek ditempelkan ke Ganglion, lalu biarkan sari-sari bawang putih merasuk (ke dalam jiwa).

Sebuah kesalahan ku perbuat kali itu. Kan, bawang putih tadi pasti jatuh kalau ku pakai gerak-gerak. Alhasil, aku punya ide sableng, yakni menempelkan selotip untuk memerangkap bawang putih di tanganku. Mulanya terasa biasa saja. Namun lama-lama kulitku terasa panas dan perih. Selotip yang kutempel tampak berembun kena asap. Aku biarkan karena kukira begitulah tanda sang bawang putih bekerja. Setelah rasa itu reda baru selotip kubuka dan bawang putih tadi kubuang. Ternyata, esoknya kulit di atas Ganglion-ku melepuh seperti baru terbakar! Hiks.

Setelah luka bakar dari bawang putih mengering, pada Januari 2021, aku sempat mencoba pengobatan alternatif kedua. Yakni pijat!

Menurut si tukang pijat, si Ganglion (yang waktu itu belum di diagnosis oleh dokter) merupakan otot yang ‘terkumpul’. Entahlah. Pokoknya waktu itu Ganglion-ku dipijat, ditarik-tarik ke segala arah, maksudnya supaya ‘menyebar’ dan hancur lebur. Saat dipijat sakitnya luar biasaaa. Tapi demi kesembuhan, ya ku tahan-tahan.

“Agak kecilan kan?”, kata si tukang pijat setelahnya.

Aku memandangi tanganku dan mengangguk. Benjolan itu seperti hilang separo.

Keesokan harinya, aku baru tahu kenapa Ganglion-ku nampak lebih kecil. Ternyata, tanganku bengkak habis dipijat (besoknya baru kerasa kalau bengkak), alhasil Ganglion itu nampak kecil karena ditenggelamkan gundukan daging bengkak. >.<

Akhirnya Memutuskan untuk Operasi

Picture by Anna Shvets via Pexels

Karena tidak kunjung sembuh, akhirnya aku memutuskan untuk operasi. (Sebetulnya bisa hilang dengan sendirinya, asalkan dikurangi aktivitas bagian tubuh yang kena Ganglion. Tapi punyaku kan di tangan kanan ya. Akhirnya ia terus membesar dan membatu! Harapan buat ia hilang sendiri sangatlah kecil!)

Posisiku saat itu di Kupang, sedangkan rencananya operasi pada Februari. Akhirnya aku mengirim foto tangan pada Ibu, yang kemudian mengkonsultasikannya ke dokter. Oleh dokter benjolan tanganku dinyatakan Ganglion.

Berdasarkan apa yang kubaca di internet, Ganglion bisa ditangani dengan beberapa cara, yakni disedot dan operasi. Untuk operasi, bisa dilakukan dengan bius sebagian atau bius total. Berdasarkan konsultasi dengan dokter umum, setelah operasi tanganku sudah bebas digunakan aktivitas.

Ternyata, tiap dokter beda-beda ya, dan masa penyembuhan seseorang juga beda-beda.

Pada 9 Februari 2021, aku operasi Ganglion di RSUD Pasirian Kabupaten Lumajang. Ternyata, Dokter Bedah menganjurkan bius total untuk operasi ini. Opsi ini dipilih sehingga Dokter Bedah lebih leluasa melakukan operasi, juga menghindari trauma dari si pasien. Hal itu membuatku harus opname 1 malam di RSUD Pasirian. Oh ya, sebelum operasi, aku juga diharuskan puasa, kalau tidak salah 8 jam sebelum operasi itu nggak boleh makan. Jadi kalau operasi jam 8 pagi, terakhir boleh makan ya jam 12.00 malam hari sebelumnya.

Proses operasi sebenarnya nggak berasa sama sekali. Pada jam 8 atau 9, aku masuk ruang operasi dan pada sekitar jam 2 siang sudah diantar ke Kamar Rawat Inap. Ketika bangun, pergelangan tangan kananku sudah diperban dan nyeri. Sedikit linglung dan ngantuk, apalagi mendengar bunyi bip-bip mesin yang syahdu. Suami yang sedari tadi menungguku, mencoba membangunkanku. Seeing his face, I feel content.

Kondisi Tangan Pasca Operasi Ganglion

Berdasarkan pengalaman, tanganku nyaris gak bisa dipakai ngapa-ngapain selama seminggu pasca operasi. Alasannya? Sakit! Selain itu, dokter memang melarang penggunaan tangan kanan. Luka operasinya nggak boleh kena air juga! Jadi, penting banget untuk punya support pasca operasi Ganglion. Bersyukurlah aku karena operasi di homebase!

Minggu kedua, tangan udah nggak bengkak dan bisalah jarinya dipake buat ngetik. Tapi dipakai megang sendok masih sakit.

Pada minggu ketiga dan keempat, kondisi tanganku udah mulai membaik. Bisalah dipakai ngetik atau sekedar melipat pakaian. Masih nyeri. Tapi sedikit. Buat ngangkat gayung isi air juga udah bisa. Tapi airnya nggak penuh.

Aku pribadi merasakan tangan bener-bener siap untuk digunakan aktivitas setelah >1 bulan. Udah nggak nyeri-nyeri banget pas digerakin. Nyeri paling pas capek. Selain itu masih ada sensasi aneh kalau tangan ditekuk (aku berusaha nggak nekuk tangan). Meski udah lumayan bisa dipake aktivitas, aku tetap mengurangi aktivitas pakai tangan kananku.

Obat dan Treatment Pasca Operasi

Picture by freestocks.org via Pexels

Ohya, pasca operasi, aku dijadwalkan kontrol 2 kali oleh Dokter Bedah di RSUD Pasirian. Jahitan baru dibuka pada kontrol ke-2 alias 2 minggu setelah operasi. Pasca operasi, aku pun diberi obat berupa antibiotik dan anti-nyeri.

Apa Penyebab Tanganku Tumbuh Kista Ganglion?

Sebetulnya, penyebab Kista Ganglion sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, Kista Ganglion dicurigai didahului oleh trauma pada sendi. Dari hasil belajar lewat Youtube, aku pun menemukan, Kista Ganglion bisa tumbuh saat sendi ditarik (contoh saat mengangkat beban yang kelewat berat).

Dalam kasusku, Suamiku menduga penyebabnya adalah mengangkat beban berat. Kebetulan pada bulan Oktober di Kupang kemarau, aku sempat angkat-angkat ember berisi air guna mengisi bak kamar mandi. Sepertinya tanganku cedera waktu itu, tapi nggak terlalu ku perhatikan 🙁

Video di bawah ini bisa membantu memahami proses tumbuhnya Kista Ganglion di pergelangan tangan.

Berapa Biaya Operasi Kista Ganglion?

Berkat layanan BPJS, Alhamdulillah aku nggak mengeluarkan uang sepeser pun. Hanya perlu ganti faskes Kupang ke Pasirian dan minta surat pengantar dari Puskesmas.

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Pengalaman Kena Ganglion

  1. Kalau ada benjolan aneh, coba konsultasi ke dokter. Jangan asal urut ya, karena akhirnya aku juga baru tahu ternyata Ganglion tidak boleh diurut. Karena kalau sampai kantong Ganglion pecah, bisa menimbulkan nyeri luar biasa.
  2. Kalau tubuh lelah, maka beristirahatlah. Jangan dipaksa.
  3. Hindari gaya hidup yang karsinogenik. Karena sel-sel karsinogenik ini bisa memicu tumbuhnya Ganglion.

You may also like...

1 Comment

  1. terimakasih bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *