Lainnya

Ikan dalam Toples


Toplesnya apa sudah kau isi air?
Belum. 
Ikan ini cantik, tapi hanya luarnya saja. 
Apa kau terkecoh dengannya? 
Mungkin. Tapi hanya sekejap saja. 
Dia ikan yang cantik, tapi pemangsa. Toplesnya penuh lumut, lumut kebosanan, hahaha… Tapi lumutnya juga cantik.
Tidak, dia parasit, pengeruh air.
Mungkin.
Lihat ikan itu bicara dengan ikan lain. Apa dia akan memangsa ikan kecil? 
Rasanya tidak, dia terlalu rapuh. 
Dia ikan jantan yang hebat, dia hanya akan memangsa ikan yang setara dengannya. 
Ikan yang berwibawa, tapi hanya dalam toples. Dia terlihat kecewa, kecewa dengan dunia ini. 
Mengapa ia hanya hidup dengan toples? Toples bundar, bundar yang hanya membuat hidupnya hanya berputar dan bosan. Apa dia tidak kangen dengan kekasihnya? 
Jelas saja, sudah sekian lama dia dalam toples. 
Tak mampukah ia keluar melihat matahari tenggelam? 
Tidak, tidak mungkin. Kau tidak akan membiarkannya lepas dari toples itu. 
Ia ikan yang suka sendiri. 
Tapi dia terlihat senang dengan hidupnya walaupun sebenarnya tidak. Ia hanya ingin hidup damai    dengan kekasihnya. Tapi apa daya, di dunia dengan belenggu. 
Ya biarkan saja dia dalam toples itu.
Ikannya ingin tidur, tanpa ingin bangun lagi. Ia tidur dengan damai. 
Besok kita cari lagi ikan yang lebih berwibawa dan mampu mengubah dunianya. 
Toplesnya kosong lagi dan siap diisi dengan kenangan. 
Semoga dia damai dengan kekasihnya. 
Amin.

Text originally written by a friend from 2015, edited by me. Empat tahun berselang, semoga si ikan telah lepas dari toplesnya dan bebas berenang mengarungi alam semesta. 


2 Comments

  1. Lanjutkan Ais

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *