Browsed by
Month: February 2017

Surat Valentine Buat Bapak Ibuk Petani

Surat Valentine Buat Bapak Ibuk Petani

            Pak, Buk, terimakasih. Kerja keras Bapak dan Ibuk telah membuat saya bisa menikmati manis dan renyahnya sayur sawi, dengan harga 3000 cuma-cuma. Tidak hanya sawi, tetapi juga kacang panjang, jagung, hingga…tomat! Favorit saya! Pokoknya, tanaman pangan yang tumbuh dari sawah Ibuk adalah surga bagi  lidah saya.             Sedari dulu, Mamak sering menyuruh saya belanja sayur di rumah Ibuk. Padahal Ibuk bukan pedagang sayuran, tetapi petani. Cerdiknya, Mamak saya tahu kalau beli sayur langsung di tempat Ibuk, pasti harganya jauh…

Read More Read More

Otak dan Superioritas Gender

Otak dan Superioritas Gender

Sebuah paradigma di masyarakat berbunyi, pemimpin yang baik biasanya atau harusnya memiliki jenis kelamin laki-laki – karena laki-laki dianggap logis, tegas, dan mampu membuat keputusan tanpa terpengaruh unsur emosional. Sementara tugas-tugas seperti caretaker atau sekretaris idealnya diemban oleh perempuan – karena perempuan dianggap lebih mampu berempati serta menangani pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan. Pernyataan-pernyataan tersebut dan pernyataan-pernyataan serupa pun diamini oleh kedua pemilik organ genital. Laki-laki dan perempuan berpikir mereka memang diciptakan untuk ruang yang benar-benar berlawanan, juga dilarang menyeberang. Sangatlah…

Read More Read More

Otak Perempuan

Otak Perempuan

Sekretaris harusnya perempuan, sedangkan laki-laki harusnya menjadi pemimpin. Saya sering mendengar hal ini dan dahulu, rasanya paradigma itu tak terbantahkan saat saya melihat kenyataan menunjukkan hal yang sama. Pengkotak-kotakan ini saya rasakan dalam lingkup pendidikan formal. Saat SD, saya bertanya-tanya mengapa selalu murid perempuan yang disuruh menulis materi di papan tulis untuk dicatat seluruh murid. Setiap kerja kelompok, saya heran saat tugas makalah atau menyulam selalu dikerjakan oleh perempuan. Sementara itu tugas membuat miniatur kandang dikerjakan oleh laki-laki. Dalam lingkup…

Read More Read More

Aksi Peduli Makanan

Aksi Peduli Makanan

Kamu mungkin tahu apa yang terjadi padaku Selasa, 7 Februari lalu. Aku nggak akan membela diri di tulisanku ini. Aku akan membela ideku. So, guys, ku mohon jadilah temanku untuk sekitar 30 menit ke depan. Bebaskan pikiranmu dari asumsi tentang ‘Aisy’. Karena aku tidak membicarakan ‘Aisy’. Aku membicarakan ide.  Jika tulisan berikut terasa beda, lebih reader friendly (tapi mungkin masih pedas)… yah, itu suasana yang berusaha aku bangun (beberapa orang bilang pembawaanku dalam menulis terlalu kaku dan serius). So, ya,…

Read More Read More