{Review} 6 Tempat Wisata di Bojonegoro

Ngobrol di warung makan dengan orang asing sudah lumrah di Bojonegoro. Setidaknya menurut pengalaman saya. Setiap saya makan, pasti ada perbincangan, entah itu dengan pemilik warung atau konsumen lain. Keramahan seperti inilah yang menghangatkan hati seorang pendatang seperti saya. Bisa dibilang, selama di Bojonegoro, saya tidak pernah sekalipun merasa kesepian. Dua bulan keberadaan saya disana, saya merasa seperti menemukan rumah pada kehangatan penduduk Bojonegoro.
            Bukan, tulisan saya kali ini bukan tentang keramahan strangers di Bojonegoro. Apabila melihat kota kelahiran saya, Kota Batu, yang kini semakin bergejolak dengan titelnya sebagai kota wisata, saya jadi ingin menceritakan mengenai tempat-tempat wisata yang saya kunjungi di Bojonegoro. Saya sendiri bukan penggemar tempat wisata indoor, alam terbuka lebih bisa memberikan kedamaian dan ketenangan pada saya. Tempat-tempat wisata di Kota Batu tentu spektakuler, hanya saja saya kurang suka. Well, bisa dibilang ini hanya masalah selera.
1.Waduk Pacal

            Jika kamu mencari tempat mojok untuk bersantai, ngobrol, sembari menikmati pemandangan hamparan air beserta pepohonan rimbun hijau, maka Waduk Pacal adalah tempat yang tepat. Berletak di Kecamatan Temayang, waduk ini mulanya dibangun Belanda pada tahun 1930. Lokasi favorit saya mungkin areal menjorok yang harus ditempuh dengan menuruni tangga-tangga kecil. Saya suka duduk disana memandangi air kehijauan mengalir yang diapit pepohonan tebal di kanan kiri. Apabila lapar, saya menuju warung sebelah yang menjual nasi dengan lodeh terong dan telur dadar seharga 7k. Harga tiket masuknya sendiri seharga 5k. Sudah dua kali saya datang kesana.
            2. Kedung Maor

            Kedhung adalah bagian sungai yang dalam (palung). Kedung biasanya cukup berbahaya untuk dibuat berenang. Kedung Maor sendiri letaknya satu rute dengan Waduk Pacal. Jadi, kalau sedang di Temayang bisa berkunjung 2 tempat wisata sekaligus. Agaknya kurang pas apabila saya yang mendeskripsikan keindahan Kedung Maor. Maka saya biarkan foto yang langsung menunjukkannya. Tidak diberlakukan pembelian tiket di tempat ini, anda hanya harus membayar biaya parkir.
            3. Kali Mblabak


            Saya bersumpah bisa menghabiskan waktu (setidaknya 5 jam) duduk di tempat ini, dengan ditemani buku jurnal saya. Kali Mblabak terletak di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Bisa dijangkau dengan berjalan blusukan di pematang sawah. Yang istimewa dengan Kali Mblabak ini adalah kalinya sendiri, air kehijauannya mengalir di sela-sela batu yang berbentuk asimetris. Pepohonan menaungi tempat ini, begitu rimbunnya, hingga ketika kamu berada di dalamnya, kamu seperti terisolasi dari riuhnya dunia luar. Menurut saya, Kali Mblabak ini serupa sanctuary.
            4. Sekar, Negeri Atas Angin


            Dari semua tempat yang termasuk dalam daftar ini, Sekar adalah tempat yang medannya paling menantang. Untuk mencapai tempat ini kamu harus melewati jalanan bergelombang, yang di beberapa titik rusak. Memang, Sekar sendiri topologinya berbukit. Namun pemandangan yang didapat sepadan dengan usaha yang dikerahkan. Negeri Atas Angin adalah areal wisata berupa bukit, disana kamu bisa melihat pemandangan seluruh Sekar. Di sekitarnya berderet warung kopi dengan fasilitas wifi, uniknya warung kopi disana juga menjual es kopi hitam, satu jenis minuman yang jarang saya temukan di kabupaten lain karena anehnya. Sekar cocok dijadikan tempat pelarian untuk ngobrol intens dengan kawan.
            5. Kayangan Api

            Kamu mungkin sudah sering menonton Kayangan Api diliput di TV. Yha, Kayangan Api atau Api Abadi atau juga biasa disebut Api yang Tak Kunjung Padam ini merupakan kawasan wisata bersejarah yang terletak di Kecamatan Ngasem. Saya sarankan jangan datang ke sini sewaktu sore, karena menurut pengalaman saya saat sore tempat ini sudah sepi. Jadi saya nggak sempat bakar-bakar jagung seperti orang-orang yang saya lihat di TV.
             6. Watu Gandul
            Mungkin ada pembaca budiman yang bisa menjelaskan bagaimana fenomena alam seperti Watu Gandul terbentuk? Terletak di Kecamatan Gondang, Watu Gandul adalah batu-batuan raksasa yang tumpuk menumpuk, sehingga menciptakan ruang di antara tumpukan-tumpukan itu. Kamu bisa menyelipkan diri di antara batu-batu tersebut, atau memanjat ke atasnya untuk kemudian duduk-duduk di sana, ngobrol sambil mendengarkan burung-burung berkicau.